Belajar Seni Traveling dari Para Kakek

Akhir tahun lalu saya bisa liburan ke Bali, Thailand, San Fransisco, Praha, hingga Hungaria dengan duduk manis di depan laptop. Hehe, beberapa bulan terakhir saya makin menggilai reality show Korea yang bertema traveling. Ada Salty Tour, Battle Trip, dan Carefree Travelers. 

Carefree Travelers & Salty Tour

Mengobati rasa sedih karena sepanjang tahun 2018 saya “nggak kemana-mana” akhirnya pelampiasannya dengan menonton acara-acara yang bertema traveling. Masih bersyukur bisa agak terhibur selama libur akhir tahun lalu dengan menonton acara-acara keren ini.

Seminggu yang lalu saya baru tahu ada Grandpa over Flowers Returns! Acaranya sudah tayang pertengahan tahun 2018 kalau tidak salah. Karena lagi suka banget sama acara bertema traveling, akhirnya saya tontonlah acara itu. Konsepnya tentang para kakek yang melancong ke Eropa.

Grandpa over Flowers Returns!

Awalnya, saya pikir bakal langsung bosan karena sempat merasa acaranya bakal tidak menarik. Apa sih serunya mengikuti para kakek yang liburan bareng? Eh, nggak tahunya saya jadi suka banget sama acara ini.

Total ada sembilan episode. Menjelajahi Jerman, Ceko, dan Austria.
Ternyata sangat menghibur sekaligus inspiratif mengikuti cara para kakek ini menikmati liburannya. Tapi memang mereka bukan sembarang kakek, melainkan para aktor senior. Jadi, memang para kakek ini istimewa.

Ada lima kakek dan satu pramuantar. Mereka menghabiskan waktu 9 malam 10 hari menjelajahi tiga negara. Mulai dari persiapan berangkat, menikmati perjalanan, menghabiskan waktu di penginapan, hingga bersantai di kafe atau makan bersama, semuanya unik.

Yang menarik adalah cara masing-masing kakek menikmati liburannya. Nggak narsis atau sekadar eksis di suatu tempat seperti anak-anak zaman now, tapi benar-benar menikmati pengalaman liburan itu sendiri. Setiap tempat yang dijelajahi benar-benar diperhatikan. Tulisan, lukisan, dan penjelasan yang ada dibaca dengan teliti.

Lima kakek aktor senior punya karakternya sendiri-sendiri. Ada yang lawak dan selalu berhasil mencairkan suasana. Ada yang suka motret. Ada yang karena baru melakukan operasi terpaksa jalan lebih lambat dari lainnya. Ada yang suka banget sama sejarah dan selalu membaca setiap tulisan yang dijumpainya. Ada yang menikmati liburannya dengan super santai dan sengaja menyimpan ponselnya di tas.

Kakek Soon-jae yang paling sepuh tapi yang paling cepet jalannya. Sangat menyukai sejarah. Selalu membaca setiap penjelasan dan tulisan dengan teliti. Matanya sangat jeli dengan berbagai hal. Penyayang binatang. Pas berkunjung ke sebuah istana, dia malah memperhatikan lucunya kaki seekor bebek di sebuah kolam. Pas di penginapan suka bermain sama anak anjing yang lucu. Baru bangun tidur, ngasih makan angsa yang ada di dekat kamar penginapannya. Pas lagi di kafe, malah sibuk memperhatikan dan memberi makan wortel ke hewan lucu yang ada di sana. Kakek yang paling suka es krim!

Kakek Shin-gu yang paling selow. Ponsel sengaja ia simpan di tas. Menikmati setiap perjalanan dengan senyum hangatnya. Kakek Geun-hyung selalu setia sama kameranya. Memotret setiap sudut tempat yang dilihatnya biar ketika pulang nanti bisa dilihat  bareng keluarga. Di perjalanan sempat merasa bersalah karena tak bisa mengajak istrinya untuk bisa sama-sama menikmati tempat indah yang ia kunjungi. Sayang banget sama cucunya, pas belanja pun ia beli oleh-oleh untuk cucunya.

Kakek Il-seob pun sangat sayang sama cucunya. Sama seperti Kakek Geun-hyung, ia bolak-balik melakukan video call dengan cucunya yang di Korea. Meski kondisi tubuhnya sedang tidak benar-benar fit, Kakek Il-seob selalu berusaha mengimbangi  kecepatan para kakek lainnya. Dia paling suka duduk santai di kafe sambil memperhatikan orang yang lalu lalang di depannya. Kakek Yong-gun ini yang paling ahli untuk mencairkan suasana. Selalu bisa bikin lelucon dan bikin ketawa lainnya. Tapi dia juga yang sepertinya paling mudah terharu. Waktu menonton sebuah opera, ia sempat menitikkan air mata.

Sementara itu Lee Seo-jin bertugas sebagai pramuantar. Dia yang mengurus semua keperluan para kakek. Mengurus penginapan, makanan, jadwal, dan juga menyetir mobil sewaan. Yang paling bisa diandalkan di berbagai situasi. Yang paling sering disusahkan para kakek tapi dia selalu tersenyum manis dengan lesung pipitnya yang cute itu, eh!

Cara para kakek menikmati liburannya bikin hati terasa hangat. Melancong memang nggak mengenal  batasan usia. Di usia 70an – 80an tetap bisa menikmati hidup dengan menyenangkan. Selalu ada hal baru yang bisa bikin bahagia. Serunya kalau pas sudah pada kumpul dan mengenang masa lalu bersama. Selalu saja ada cerita yang bisa dibagi. Jelas sekali para kakek ini punya hidup yang begitu berkesan. Jadi kebayang, kalau saya tua nanti cerita apa yang bisa saya kenang dan bagikan ke orang lain? Atau malah bakal nggak ada cerita apa-apa karena hidup yang terlalu monoton?

Ketika para kakek ditanya, “Seandainya bisa kembali ke masa lalu, ingin kembali pada usia berapa?” Ada yang menjawab ingin kembali ke usia 30an karena pada saat itulah mereka saling menemukan hingga kemudian akrab berteman. Ada yang tak ingin kembali ke masa lalu karena masa lalunya dulu begitu berat, sehingga lebih memilih menikmati masa kini yang ada dengan sebaik-baiknya. Ada juga yang ingin kembali ke masa ia dilahirkan, ingin mendapatkan dan merasakan hidup masa kecil yang lebih baik. Karena dilahirkan pada masa-masa perang, para kakek ini punya pengalaman masing-masing di masa kecilnya.

Di usia senjanya, para kakek punya “penyesalan” sendiri. Kakek Soon-jae menyesal kenapa dulu nggak belajar banyak bahasa dengan baik. Karena zaman sekarang dengan segala kemudahan traveling, kalau bisa menguasai banyak bahasa akan terasa lebih menyenangkan. Kakek Geun-hyung sempat menyesal kenapa dulu belum sempat mengajak istrinya jalan-jalan ke tempat indah yang ia kunjungi saat itu.

Nonton para kakek liburan ini jadi makin tambah semangat untuk bisa lebih banyak traveling tahun ini. Traveling yang bukan sekadar gaya-gayaan atau dapat foto keren buat dipamerkan di media sosial, melainkan traveling yang benar-benar bisa memperkaya jiwa dan menambah rasa bahagia. Nonton acara ini pun jadi kembali tersadarkan bahwa tak ada  yang bisa mencegah bertambahnya usia. Kita akan menua. Kita akan kehilangan beberapa hal yang dulu kita banggakan. Kondisi kesehatan bakal menurun karena usia. Hidup cuma sekali. Jadikan setiap hari menyenangkan dan bermakna. Pekerjaan yang kita tekuni akan mengambil sebagian besar porsi waktu hidup kita. Menjalani hidup sebaik-baiknya. Tubuh yang sehat merupakan anugerah terbaik dan perlu disyukuri setiap saatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.