Film Searching (2018)

After David Kim (John Cho)’s 16-year-old daughter goes missing, a local investigation is opened and a detective is assigned to the case. But 37 hours later and without a single lead, David decides to search the one place no one has looked yet, where all secrets are kept today: his daughter’s laptop. In a hyper-modern thriller told via the technology devices we use every day to communicate, David must trace his daughter’s digital footprints before she disappears forever.
(imdb.com)

Hari Selasa lalu saya ambil cuti sehari. Ingin menikmati me-time dan jadilah ngebioskop sendirian, hehe. Tadinya ingin nonton Christopher Robin tapi di medsos banyak yang ngobrolin Searching akhirnya kepincut juga nonton Searching. Dan yep, nggak nyesel sama sekali nontonnya!

Tentang seorang ayah yang mencari putrinya yang hilang. Sepintas kayak cerita yang biasa. Tapi justru ceritanya diramu dengan begitu solid. Dari awal sampai akhir seperti dibawa ikut memecahkan teka-teki yang ada. Ikut konsentrasi menyatukan kepingan puzzle satu per satu. Bahkan waktu nonton ini, saya merasa ikutan memegang mouse, klik sana-sini, buka folder ini itu, hehe.

David sangat panik ketika ia tak bisa mengontak putrinya, Margot. Hubungan keduanya memang tak begitu dekat sejak sebuah kehilangan yang teramat berat. David juga bingung harus menghubungi siapa karena dia tidak tahu siapa teman atau sahabat Margot. Dia pun memanfaatkan internet, membuka laptop putrinya, mengakses akun media sosialnya, melacak semua jejak yang mungkin ada, sampai akhirnya melapor ke polisi. Dibantu detektif, David mulai mencari Margot.

Bagian awal film ini bikin perasaan campur aduk. Ada momen yang bahagia tapi terus bikin sedih. Setelah itu jadi dibuat penasaran sampai akhir. Nonton ini memang harus fokus dan kalau bisa memang nggak ngajak temen yang berisik, hehe. Biar bisa merhatiin setiap detail yang ada. Nggak salah waktu itu saya nonton sendirian jadi benar-benar bisa fokus tanpa ngemil ngikuti ceritanya dari awal sampai akhir.

Film ini ngasih pengalaman menonton yang sangat unik. Nggak rugi nonton di bioskop. Belum lagi dengan misterinya. Ketika rasanya sudah menemukan sebuah titik terang, ada lapisan baru yang terungkap. Endingnya pun, duh saya nggak bisa nebak banget pokoknya.

Yang ditampilkan di film ini juga seperti merangkum berbagai fenomena yang ada di dunia maya. Internet bisa menyajikan banyak hal dan memberi banyak informasi serta jawaban. Tapi internet juga bisa jadi alat yang cukup berbahaya. Seseorang bisa jadi siapa saja di internet. Siapa saja bisa menampilkan sesuatu yang kelihatannya nyata tapi cuma pura-pura. Banyak hal yang bisa dimanipulasi di internet, meski memang internet bisa memudahkan banyak hal.

Tugas orangtua di era digital ini pun jadi makin berat. Di satu sisi, orangtua nggak mau terlalu ikut campur dan mengganggu privasi anak di media sosial. Tapi di sisi lain, orangtua juga punya tanggung jawab besar untuk melindungi anak dari bahaya yang mengintai di media sosial. Searching bisa jadi tontonan yang pas juga nih buat para orangtua di zaman modern ini.

Ada yang udah nonton Searching juga nggak nih?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.