Cinta

CINTA
Jika cinta tak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.
(Kahlil Gibran)

cr: pexels

Kita semua pernah patah hati. Kita paham betul betapa pedih dan lukanya disakiti karena cinta. Aku dan kamu mungkin pernah merasakan luka yang sama. Luka dikhianati. Luka diabaikan. Bahkan luka karena terlalu lama menanti.

Ada yang bilang bahwa cinta adalah penantian. Setiap orang sedang menanti. Menanti menemukan sang belahan jiwa. Menunggu bisa segera dipertemukan dengan seseorang yang bisa saling menyempurnakan. Tapi bagaimana jadinya bila aku dan kamu ternyata digariskan tak bisa dipertemukan di dunia ini? Apa yang akan terjadi jika kita tak pernah berjodoh di kehidupan ini karena ambang usia kita sudah keburu mencapai garis akhir?

Bukan maksudku menakutimu. Toh, aku sendiri sebenarnya juga cemas. Sungguh tak pernah putus aku selalu berdoa untukmu. Berdoa agar kamu bisa menemukanmu. Berharap kamu dan aku bisa berjodoh dan melanjutkan sisa hidup kita bersama. Hingga pada satu waktu muncul sebuah variabel. Aku jadi bertanya-tanya apa yang akan terjadi bila ternyata aku tak akan pernah bisa menemukanmu hingga akhir usiaku? Bagaimana nasibmu dan nasibku akan berakhir bila ternyata kita tak berjodoh dalam kehidupan ini? Akankah ada “kehidupan” lain yang bisa mempertemukan kita di kesempatan yang berbeda?

Kamu dan Aku Akan Menjalani Takdir yang Sudah Digariskan dengan Senyuman

One last cry
Before I leave it all behind
I’ve gotta put you out of my mind, this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong,
‘Cause ’round me life goes on and on and on
And on

I’m gonna dry my eyes
Right after I have my one last cry
(One Last Cry, Brian McKnight)

cr: pexels

Aku dan kamu punya garis hidup masing-masing. Mungkin kita pernah saling silang dalam hidup ini. Atau bahkan aku dan kamu sudah pernah saling kenal? Sungguh, aku tak tahu. Tapi aku berharap kamu bisa tetap menjalani hidupmu sebaik-baiknya. Aku akan tetap mendoakan yang terbaik untukmu. Siapa tahu doa-doa kita bisa membuka jalan takdir yang lebih baik untuk kita. Jika kamu pernah tersakiti atau terkhianati cinta dalam hidupmu, semoga itu bisa membuatmu lebih kuat. Izinkan saja air matamu mengalir, tapi pastikan itu adalah air mata terakhir untuk menangisi luka itu. Setelah itu, jalani takdir hidup ini sebaik-baiknya, dengan senyuman dan kelapangan hati.

Kamu dan Aku Akan Terus dalam Perlindungan Sang Maha Cinta


Ketika lelaki dan wanita menjadi satu, Engkau-lah Yang Satu ini, ketika bagian-bagian musnah, Engkau-lah kesatuan itu

Engkau ciptakan “aku” dan “kita supaya memainkan puji-pujian bersama diri-Mu

Hingga seluruh “aku” dan “engkau” dapat menjadi satu jiwa serta akhirnya lebur dalam sang Kekasih
(Cinta dalam Ketiadaan, Jalaluddin Rumi)

cr: pexels

Jujur aku tak ingin kisah cinta kita berakhir seperti Romeo dan Juliet yang berpaling dari kehidupan atas nama cinta. Aku juga tak ingin kisah kita seperti Tristan dan Isolde yang meninggal dunia karena kesedihan hati dan patah hati. Tak terbersit di pikiranku untuk berakhir seperti Cleopatra yang membiarkan ular berbisa menggigit dirinya karena mendengar kematian Antony. Aku ingin kita bisa tetap mengisi hidup kita dengan kadar cinta yang cukup. Jangan sampai kita mengkhianati Sang Maha Cinta.

Kalau memang tangan-Nya mengizinkan, ia akan menautkan kedua hati kita di waktu yang paling indah. Tapi kalau ternyata Dia lebih menyayangi kita dan meminta kita kembali, apa boleh buat. Siapalah kita? Kita ada dan tiada karena-Nya. Meski begitu, selama kita selalu mempercayakan hidup kita pada-Nya, kita akan baik-baik saja. Kita akan selalu dalam perlindungan-Nya. Jika memang aku dan kamu tak bisa menjadi ‘kita’ di kehidupan ini, mungkin akan ada tempat yang lebih baik untuk kita bisa berjumpa. Bisa saja, kan? Meski ya aku memang hanya bisa menerka-nerka saja.

Aku dan Kamu Masih Akan Dilingkari Orang-Orang Tercinta


Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, atau kapan, dan dari mana
Aku mencintaimu dengan lugas, tanpa banyak soal atau rasa bangga,
begitulah aku mencintaimu sebab aku tahu tak ada jalan lain
selain ini di mana aku tak ada, kau juga tak ada
begitu dekat sehingga tanganmu yang di dadaku tak lain tanganku
begitu dekat sehingga ketika aku tidur seolah matamulah yang terpejam
(Pablo Neruda)

cr: pexels

Untuk saat ini ada satu ruang di hatiku yang masih kosong. Sengaja kukosongkan khusus untukmu. Tak pernah putus asa meski kadang ingin berhenti berharap, suatu hari nanti kau bisa mengisi ruang kosong ini dan mempersilakanku mengisi ruang kosong di hatimu. Andai saja bisa, aku sungguh berharap aku dan kamu kini sudah saling mendekat. Mencintai dengan sepenuh perasaan tanpa perlu banyak alasan.

Tapi jika saja ternyata ada garis yang jadi penghalang dan tak bisa menyatukan kita, kuharap kita tak masih bisa membahagiakan orang-orang di sekeliling kita. Orangtua, saudara, sahabat, dan teman-teman yang sudah lebih dulu mengenalmu daripada aku. Aku yakin sudah ada banyak orang yang lebih dulu mencintai dan memahamimu daripada aku. Karena untuk saat ini kita masih belum bisa bertemu (dan entah apakah bakal bisa berjodoh di kehidupan ini), kuharap kamu bakal tetap bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Pun denganku, aku juga akan berusaha sebisa mungkin untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang terdekatku saat ini.

Aku dan Kamu Akan Menuntaskan Tugas Paling Mulia di Hidup Ini

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
(Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti, Banda Neira)

cr: pexels

Ingin sekali aku mengobrolkan hal ini denganmu. Aku ingin mengobrolkan banyak hal saat bisa berdua denganmu. Tentang masa depan kita, hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, dan juga soal kehidupan. Aku ingin tahu apakah kamu sepakat denganku soal ini. Bahwa kita terlahir karena punya sebuah tugas mulia. Kita ada di dunia ini karena ada misi yang harus kita tunaikan.

Dalam perjalanan hidup kita masing-masing, memang ada banyak halangan dan hambatan yang menghadang. Begitu banyak masalah yang menghantam tiada habisnya. Sampai mungkin kita harus mengesampingkan urusan hati karena ada prioritas yang lebih penting yang harus kita dulukan di hidup ini. Kamu pun juga pasti pernah menghadapi banyak kesulitan hidup. Bahkan sampai saat ini mungkin ada masalah yang tak henti-hentinya membuatmu terjatuh. Kuharap semua itu akan menguatkanmu. Aku pun di sini juga sedang berjuang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Kita tuntaskan dulu semua tugas yang ada saat ini. Serahkan saja semua pada Sang Maha Raja. Kalau memang diizinkan, kita pasti akan bisa bertemu dan tumbuh bersama untuk mengganti masa-masa dulu kita menanti dalam kesendirian. Namun, bila takdir berkata lain dan membuat kita harus bersimpangan jalan dalam kehidupan ini, kita harus menerimanya. Tak akan ada yang sia-sia bila kita bisa mengisi setiap detik waktu kita dengan makna.

Kita Akan Tetap Bisa Saling Tatap dalam Doa

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life
A thousand angels dance around you

I am complete now that I’ve found you
(I Knew I Loved You, Savage Garden)

cr: pexels

Pernahkah kau bertanya-tanya dari mana datangnya kekuatan untuk bisa bertahan di masa sulit? Pernahkah kau merasa seperti mendadak mendapatkan keteguhan hati yang begitu kuat untuk menyelesaikan sebuah masalah? Bisa jadi, ya bisa jadi itu karena aku menyebutmu dalam doaku. Doa yang menembus langit dan membuat Sang Maha Mendengar mengirimkan kekuatan untukmu. Aku pernah mendoakanmu untuk selalu diberi perlindungan di mana pun kamu berada. Aku pernah mendoakanmu semoga kamu bisa selalu sehat dan mengatasi setiap masalah dalam hidupmu. Aku sudah jatuh cinta padamu meski belum bisa bertemu denganmu. Tapi aku bisa “menatapmu” dalam doa-doaku.

Meski ada ketakutan kamu dan aku tak bisa disatukan di dunia ini, aku yakin apapun takdir yang akan kita terima adalah yang terbaik. Sang Penggenggam Jiwa tak akan membiarkan kita terluka dan kesepian. Aku akan terus mengetuk hati-Nya agar bisa dipertemukan denganmu. Walau ada ketakutan kalau maut mungkin bakal datang lebih cepat dari jodoh, aku tetap bersyukur masih bisa mendoakanmu dalam malam-malam panjangku.

Sebenarnya aku tak punya hak untuk membuat skenario kehidupan. Sebagai manusia, aku hanya bisa mereka-reka. Menjalin dugaan-dugaan. Aku hanya berandai-andai saja karena bukankah hidup ini merahasiakan begitu banyak hal tak terduga, bukan? Semua yang kuceritakan ini hanyalah caraku untuk berjaga-jaga menghadapi kemungkinan terburuk tanpa membuat kita kehilangan harapan.

Semoga aku dan kamu bisa segera dipertemukan, disatukan dalam sebuah janji suci. Janji suci yang akan membawa kita bersama ke surga nanti. Untuk saat ini, kita jalani saja hidup kita sebaik-baik mungkin dengan tetap merayu Sang Pemilik Hati untuk segera membukakan jalan agar kita bersua dalam ketetapan terindah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.