Buku “The Geography of Genius” Serunya Mencari Makna Genius di Berbagai Penjuru Dunia

Sewaktu mengerjakan A Christmas Carol, Dickens biasa berjalan 15 atau 20 kilometer menyusuri jalan-jalan tikus London, mengutak-atik plot dalam benaknya saat kota itu terlelap. Mark Twain juga banyak berjalan walaupun dia tidak pernah sampai ke mana-mana. Dia berjalan selagi bekerja, seperti yang diingat putrinya, “Kadang-kadang, saat mendiktekan, Ayah berjalan mondar-mandir … lalu sepertinya selalu ada jiwa baru yang terbang memasuki ruangan.”
(hlm. 47)

Judul: The Geography of Genius
Penulis: Eric Weiner
Penerjemah: Barokah Bruziati
Penyunting naskah: Zahra Haifa
Proofreader: Endang S. Nugraha
Desainer sampul: Matahari Indonesia
Cetakan II, Desember 2016
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita, PT Mizan Pustaka

Dalam buku ini, Eric Weiner melakukan perjalanan keliling ke beberapa tempat di dunia untuk mencari tahu hubungan antara lingkungan kita dan ide-ide inovatif. Ia menjelajahi sejarah kota-kota seperti Wina, Florence, Athena, Hangzhou, dan tentu saja Silicon Valley.

Masih dengan gayanya yang nakal, cerdas, dan humoris, Weiner menapaktilasi jalanan yang pernah dilalui Socrates, Michaelangelo, dan Leonardo da Vinci. Ia juga merenungkan sejarah teori Darwin, pemikiran Freud, dan berjalan-jalan di hutan seperti yang dilakukan Beethoven zaman dulu.

The Geography of Genius meredefinisi argumen tentang bagaimana seorang genius muncul. Weiner mengevaluasi ulang tentang bagaimana pentingnya budaya dalam memantik dan memelihara kreativitas.

***

Genius itu sederhana. Genius itu bukan hal baru. Genius itu mahal. Genius itu praktis. Genius itu semrawut. Genius itu tidak sengaja. Genius itu menular. Genius itu lemah. Semua itu dibahas di The Geography of Genius. Ternyata genius bisa diartikan dan dimaknai dengan berbagai macam cara. Bahkan tokoh-tokoh terkenal di dunia juga bisa menghadirkan definisi genius yang berbeda.

Ada banyak sekali hal menarik yang dibahas di buku karya Eric Weiner dan kita akan diajak untuk berkelana menjelajahi berbagai tempat eksotis sekaligus belajar memahami berbagai sudut pandang soal kejeniusan. Pencarian tempat-tempat paling kreatif di dunia, dari Athena sampai Silicon Valley, Eric Weiner mengungkap dan menguliti satu demi satu definisi genius yang bisa ia temukan. Dari Athena, Hangzhou, Florence, Edinburgh, Kolkata, Wina, hingga Silicon Valley, genius memiliki arti dan makna berbeda di setiap tempat. Kita akan diajak untuk memahami bahwa genius itu bukan sebatas yang punya IQ tinggi. Bahkan ada banyak orang dengan kecerdasan yang dianggap rata-rata tapi bisa melakukan hal-hal besar. Di sinilah kemudian akan dikupas satu per satu tentang arti genius dan bagaimana seseorang bisa disebut genius baik pada masanya maupun setelah ia wafat.

Setiap tulisan dan catatan perjalanan yang dibuat Eric bisa dibilang sangat “mengenyangkan”. Saya sangat menyukai gaya tulisan Eric yang begitu dalam. Tapi juga bikin ketagihan, karena dibalut dengan berbagai fakta penelitian dan berbagai pemikiran orang-orang besar dan filsuf. Tak hanya menggambarkan tempat yang dikunjungi atau menceritakan orang yang ditemui dalam perjalanannya, Eric juga meramu tulisannya dengan berbagai hasil penelitian dan referensi yang melimpah. Berbagai definisi soal kejeniusan dibahas dan dirangkai satu demi satu dengan menghadirkan berbagai fakta menarik yang mungkin selama ini luput kita perhatikan.

Menulis buku adalah kegiatan kreatif. Begitu pula, membaca. Namun, kedua kegiatan tersebut tak ada artinya dibandingkan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperoleh manuskrip langkah dari Cina kuno. Aku terpaksa mengerahkan kemampuan merendahkan diri terbaikku demi mendapatkan sebuah buku di tanganku, sebuah potongan penting dari teka-teki Cina.
(hlm. 141)

Di buku ini kita juga diajak untuk mengenal berbagai sosok dunia yang sangat berpengaruh. Sebut saja beberapa di antaranya, Michaelangelo, Socrates, Plato, Leonardo da Vinci, Shen Kuo, dan Alexander Fleming. Selain itu orang-orang yang ditemui dan menemani Eric di setiap negara juga menarik. Mereka bisa saling tukar pendapat dan pikiran soal makna genius juga membahas orang-orang yang begitu berpengaruh di dunia.

Ada banyak fakta menarik yang terungkap dari setiap petualangan dan penjelajahan Eric. Saat ke Athena misalnya, ada fakta tentang kebiasaan orang Yunani yang suka berjalan ke mana-mana setiap saat. Ternyata banyak orang genius yang menghasilkan pemikiran terbaik dan terhebatnya saat berjalan. Sampai ada penelitian yang mulai menyelidiki secara ilmiah kaitan antara berjalan dan kreativitas. Pokoknya setiap mengikuti tulisan dan perjalanan Eric ini, kita akan sering dibuat terkejut dengan berbagai faktea menarik soal kejeniusan, perkembangan dunia kreatif, penemuan-penemuan besar di dunia, dan berbagai kebiasaan menarik di setiap negara.

Sekarang saya jadi penasaran dengan buku Eric yang satunya, The Geography of Faith. Semoga ada rezeki biar bisa punya bukunya (ada yang mau beliin, anyone? hehe).

Advertisements

2 thoughts on “Buku “The Geography of Genius” Serunya Mencari Makna Genius di Berbagai Penjuru Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.