Bagaimana Rasanya Hilang Ingatan?

Pernah nggak mengalami yang namanya hilang ingatan? Mungkin bukan hilang ingatan yang benar-benar kehilangan daya ingat dan semua memori yang ada di dalam kehidupan. Bisa jadi seperti mengalami semacam ada sebuah kejadian yang entah kenapa terhapus dari ingatan. Seperti yang pernah saya alami dulu waktu kecil.

credit: pixabay.com

Mungkin agak aneh, ya. Kok masih ingat kalau dulu pernah hilang ingatan? Seharusnya kalau hilang ingatan kan ya sudah terlupakan semuanya. Entahlah, hehe saya juga nggak begitu paham.

Kejadiannya kalau nggak salah waktu kelas 2 SD. Waktu itu saya pernah mengalami kecelakaan sepeda (bukan sepeda motor sih, tapi sepeda kayuh biasa). Cuma memang agak parah waktu itu. Saya ingat betul saat itu sedang bermain sepeda seperti biasa dengan teman sekolah. Waktu itu jalanan menurun, saya melaju sepeda cukup kencang, lalu mendadak semua gelap. Ada memori yang terputus di situs. Saya ingat jelas kejadian saya masih bersepeda tapi kejadian setelah itu nggak ada rekaman memorinya sama sekali. Tahu-tahu saya seperti kembali sadar dua hari kemudian dengan berbagai luka di sejumlah anggota badan. Kelopak mata kanan bengkak, entah terbentur apa.

Dari cerita orang-orang waktu itu, sepeda saya ditubruk sepeda teman saya dari belakang. Nggak tahu juga separah apa, pokoknya sepeda teman saya itu sampai hancur sampai sudah nggak bisa dipakai lagi. Sementara saya? Sepeda sih cuma tergores tapi saya-nya ini yang lumayan “babak belur”. Cuma jatuhnya kayak apa dan kena lukanya kayak gimana, saya sama sekali nggak bisa mengingatnya sampai sekarang.

Yang bisa saya ingat itu cuma kondisi pernah kecelakaan sepeda suatu sore karena ditubruk teman sendiri. Di situ semacam ada sesuatu yang bolong, ada memori yang terputus, lalu tersambung kembali. Kayak ada satu bohlam lampu yang sengaja dipecahkan di dalam kepala dan tak bisa menemukan serpihannya. Apakah hilang ingatan saat itu terjadi karena faktor syok? Hm, mungkin saja.

credit: pixabay.com

Sampai sekarang saya nggak berani mengendarai sepeda motor. Masih takut aja buat memegang kemudi dan mengendarainya. Tapi kalau sepeda kayuh biasa masih berani tapi cuma di jalanan yang aman saja. Kalau di jalan raya, nggak berani.

Kadang mikir juga apa kejadian tubrukan waktu kecil itu yang bikin trauma sampai takut belajar motoran. Mungkin kejadian waktu kecil itu nggak begitu parah, tapi kok sampai melibatkan sepotong ingatan yang hilang? Apa karena cukup bikin traumatis sampai otak “refleks” menghapus ingatan itu? Sampai sekarang kadang saya sering bingung sendiri kalau mikirin itu, hehe.

Nggak kebayang dengan kejadian orang-orang yang pernah mengalami amnesia. Mengetahui kalau ada sesuatu yang hilang dari ingatan pastinya akan bikin terus penasaran. Kondisi “tidak bisa mengingat” memang bisa bikin stres sendiri.

Semoga saja hal-hal yang bisa kita ingat itu yang bagus-bagus aja, ya. Jangan sampai terperangkap dalam ingatan-ingatan buruk yang malah bikin hidup menderita (wah kata-kata ini sungguh quotable sekali ya, hihihi).

Advertisements

8 thoughts on “Bagaimana Rasanya Hilang Ingatan?

  1. eh, aku pernah juga jatuh dari ojek pas kelas 3 SMP. terus gegar otak ringan. Nah kebanyakan ingatan setelah jatuh dari ojek itu gak pernah keinget. opo maneh pelajaran aljabar. blass aku gak paham sampe sekarang pelajaran aljabar. koyok gak pernah mempelajarinya ae. hhahahaha. halah ngomong ae gak entos ndek pelajaran matematika. hehe
    tapi, memang ingatan atau kenangan setelah gegar otak iku banyak yang hilang. ngertine teko lek pas arek-arek cerita kenangan jaman biyen. terus aku cuma plonga-plongo dan mosok seh-mosok seh tok.
    iki termasuk hilang ingatan gak yoh? hehe

      1. huuh ndah, soale tibo e nggeblak dan langsung natap aspal. sepertinya berefek pada daya ingat. sejak tragedi iku emang aku dadi lalian. tak rasakno memori internalku cuma 8GB ngunu… hehehehe
        hahahahahahaha… gara-gara lalian iki malah hidup dadi aman sejahtera nan setosa. wakkk XD

  2. Mungkin kejadian itu cukup traumatis untuk anak kelas 2 SD sehingga tanpa sadar terepresi ke alam bawah sadar dan mempengaruhi kondisi saat ini (tdk berani naik sepeda motor). Saya juga memiliki pengalaman traumatis di masa kecil yang terepresi sampe sekarang tidak ingat betul kejadian persisnya. 😅

Leave a Reply to Endah Wijayanti Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.