Kenapa Masih Suka Nonton Drama Korea?

Yang dimaksud drama Korea di sini dramanya Korea Selatan ya bukan Korea Utara (duh, nggak usah dijelasin kayaknya udah pada tahu kan ya, hihi)

Kapan pertama kali nonton drama Korea? Hm, kayaknya waktu SMP. Di awal tahun 2000an, televisi di Indonesia mulai menayangkan sejumlah drama Korea. Yang masih keinget itu ada Endless Love, Winter Sonata, Full House, Sassy Girl Chunyang, Prince Hours, Jewel in the Palace, sama Stairway to Heaven. Karena dulu belum zamannya bisa donlot drama di internet, jadinya ya kudu sabar nunggu setiap episodenya setiap minggu. Kadang nggak sabaran dan dibikin penasaran sampai nggak tenang menebak-nebak episodenya berikutnya, haha.

Selain ceritanya yang kebanyakan memang menguras dan mengaduk emosi, aktor dan aktrisnya yang “berwajah bening porselen” memang jadi daya tarik tersendiri, hehe. Dulu sih selalu suka yang tema cinta-cintaan, yang bikin baper, dan mupeng pengen punya pasangan yang sekinclong aktor drama Korea. Tapi karena mungkin pilihan drama Korea waktu itu cuma yang ada di TV, jadinya ya keikut arus.

Masuk kuliah, aneka drama mulai bisa didonlot di internet. Sering waktu di kelas, saling kopi drama dari laptop temen-temen. Terus begadang nonton drama di rumah. Ketahuan banget ya waktuku dibuang dengan “sangat berkualitas” waktu itu.

Terus sekarang? Ya, masih ngikuti drama Korea sih. Tapi nggak selalu yang cinta-cintaan. Sering ngikuti yang temanya detektif, dunia kantor, dan yang bertema keluarga juga. Ada sejumlah drama Korea yang temanya bagus banget dan nggak bikin baper tapi bikin hati terasa lebih adem dan memberi semangat baru dalam kehidupan (coba tebak kira-kira drama apa aja yang kumaksud?). Kalau dulu semua drama Korea yang baru selalu diikuti, sekarang lebih selektif. Karena pilihan drama Korea juga makin banyak, nggak mungkin bisa ditonton semua (kecuali nggak harus kerja dan nggak ngapa-ngapain lagi di rumah).

Misaeng, salah satu drama yang menurutku paling berkesan. | image: kdramalove.com
Late Night Restaurant ini juga bagus. | image: koreandrama.org

Punya aktris atau aktor idola? Wah, kayaknya sih nggak. Aku punya “kelemahan”, nggak bisa mengingat semua nama aktor/aktris yang nongol di drama Korea, hehe. Kalau lagi suka sama artis tertentu, biasanya cuma berlangsung singkat dan nggak sampai ngefans berat. Nggak sampai bela-belain menemui artisnya atau mengikuti setiap kabar berita artis terbaru. Nggak sampai yang super heboh. Ya biasa aja, masih tahu batasan lah, mereka artis dan aku-masyakarat-Indonesia-yang-masih-suka-makan-bakso-dan-ngemil-micin. Untungnya ya aku masih bisa lumayan mengendalikan diri untuk urusan ini. Menikmati hiburan juga sebutuhnya dan secukupnya aja (kudu inget kalau masih harus kerja dan ngejar deadline ini itu).

Suka banget sama semua seri Reply. | image: soompi
Signal, salah satu drama detektif favorit. | image: dramafever.com
Voice ini juga greget. | image: dramafever.com

Makin ke sini aku malah mengagumi penulis skenarionya. Kok bisa sih kepikiran bikin cerita yang kayak gini? Kok bisa sih bikin setiap episodenya bikin penasaran? Kok bisa bikin cerita yang seseru ini? Kok bisa bikin cerita yang nggak ketebak endingnya? Yang bikin penasaran justru apa isi kepala para penulis skenarionya sampai bisa bikin cerita yang begitu unik (habis ini mungkin mau browsing soal profil para penulis skenarionya, hehe).

Sempet nggak nyangka kalau penulis Goblin ini juga penulis Descendants of the Sun (DotS). Soalnya pas DotS lagi rame, aku malah nggak begitu suka sama ceritanya. | image: dramafever.com

Kalau ditanya kenapa masih suka drama Korea? Mungkin karena memang pilihan drama yang menyenangkan untuk diikuti ya drama Korea (dengan tetap selektif milih drama apa yang ditonton). Nggak suka sinetron Indonesia apalagi drama seri India, jadi ya kalau nonton drama suka yang Korea. Eh tapi aku juga suka sih beberapa drama Jepang. Tapi kalau diukur dari kuantitas ((kuantitaaas)) jam yang dihabiskan buat nonton drama, lebih banyak nonton yang Korea.

Dasarnya dari dulu suka hiburan film dan drama, jadinya kalau lagi suntuk atau jenuh, cari pelarian dan moodbooster dari berbagai episode film dan drama. Siapa tahu dapat inspirasi atau ide buat bikin sesuatu. Dan makin ke sini juga banyak judul drama Korea yang inspiratif. Nggak melulu yang menye-menye dan bikin hati teriris-iris, tapi yang bisa memberi dampak perubahan positif dan progresif dalam kehidupan di dunia nyata (ya ampun ini bahasaku kok gini banget).

Satu lagi yang kusyukuri dari zaman yang kulalui adalah dulu pas masih SMP-SMA, internet belum sebaik sekarang. Jadi nggak ada  yang namanya donlot film dan drama sampai puas. Kalau dulu aksesnya sudah sebebas dan semudah sekarang, wah kayaknya setiap malem adanya nonton drama terus dan nggak belajar, soalnya waktu masih remaja muda belia (ehm), emosi masih labil kan ya jadi kadang gampang kebawa arus kalau nggak bisa kontrol diri. Hiburan bisa jadi godaan yang berat kalau nggak punya pengendalian diri yang kuat.

Jadi, kalau temen-temen sendiri masih ngikuti drama Korea nggak? Dan kenapa masih suka nonton drama Korea? Drama apa yang pernah ditonton dan paling berkesan? 🙂

18 thoughts on “Kenapa Masih Suka Nonton Drama Korea?

  1. Aku ngga telaten klo kudu nonton di internet atau donlot. Sukanya nonton di TV atau DVD. Tp skrg di kamar ga ada TV jd yastralah. Judul yg kutonton jg ga banyak, sebatas yg ada di Indosiar aja. Yg plg berkesan ya pastinya Full House, dan juga Pasta 🙂

  2. sama. Aku juga kepikiran gimana penulisnya dapet ide brilian kecinclong itu. Banyak kok penulis Indonesia yang bagus jg, hanya pas di sinetronkan karena tuntutan publik, ceritanya di tambah2in sampe garing!

  3. aku? gak ditanya lagi lah yahhh masih suka drama korea atau gak. wakakakaka #gakonosengtakokpisancong

    btw, man to man gokil loh, Ndah. dikau ngikuti gak? bromance antara artis tuwek narsis dengan pengawal goroan lucuuk.. wakakaka moodbooster banget lah drama iku

  4. Aku sukaaaak! Tapi nontonnya dicepet2in hahaha, terus gak pernah hafal nama pemainnya juga. Dan iya sih, penulis skenarionya kok ketje ketje ya. Bikin drama pendek (16 atau 24 eps) tapi jalan ceritanya menarik banget. Hihihi. Tapi aku sih belum setaun suka drama korea, dulu biasa aja, kalau sekarang cukup ngikutin perkembangannya dan nonton terus wkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.